So Fortunate Being Me!

Category JOURNAL | Tags:

Hidup memang bagaikan roda yang berputar. Ada masa-masa sulit yang selalu menghampiri sebelum masa bahagia datang. Ada ujian-ujian yang harus dilalui sebelum kita bisa naik ke tingkat kehidupan yang lebih baik. Ini hanya cerita tentang saya, mohon maaf, kali ini posting saya hanya tentang saya dan saya.

Suatu hari, beberapa teman meledek salah seorang teman saya yang katanya ‘kesengsem’ dengan gaya dandanan saya, rambut pirang, sepatu high heels, skinny jeans or legging, long sexy coat or just my high and slim posture.

Well, sebenarnya sebuah canda yang mungkin tak begitu berarti bagi orang lain atau bahkan bagi yang mengeluarkan canda, tetapi canda sederhana itu menyadarkan saya betapa beruntungnya saya telah menjadi saya!

Dalam canda itu, salah seorang teman saya berkomentar : “Wah, jangan deh, dia high maintenance woman, gak bakalan sanggup loe punya cewek kaya dia!”

Yang dikomentari hanya tertawa, yang meledek lebih-lebih lagi, termasuk saya. Tetapi komentar soal ‘high maintenance’ ini ternyata membekas di pikiran saya. Apa yang membuat teman saya itu berkesimpulan bahwa saya adalah perempuan dengan biaya perawatan yang tinggi (high maintenance)?

Saya mencoba mengingat-ingat beberapa peristiwa yang mungkin bisa menjadi benang merah dari timbulnya kesimpulan seperti itu di pikiran teman saya. Rupanya cerita-cerita saya soal hadiah ulang tahun dari Mas Dwi yang memang tergolong mahal-mahal (meskipun bukan sangat mahal seperti rumah atau mobil :p), kiriman bunga yang beberapa kali dalam sebulan, jadwal salon seminggu sekali untuk perawatan rambut dan tubuh, pembelian make up yang 2 atau 3 bulan sekali untuk merek tertentu yang memang harganya lumayan juga, antar jemput supir, biaya kuliah di luar fee yang saya dapat dari kerjasama di kantor hukumnya, mengirim saya untuk mengikuti kursus-kursus yang berhubungan dengan dunia hukum untuk memperkaya pengetahuan saya, membantu mewujudkan impian saya dengan membiayai penerbitan buku saya, dan masih banyak lagi hal-hal kecil lainnya terekam dalam ingatan teman saya itu. Hal-hal yang saya anggap biasa ternyata belum tentu biasa bagi orang lain.

Ow My God! Ternyata banyak juga ya yang sudah saya terima?

Meski bagi perempuan lain yang terbiasa hidup mewah, apa yang saya dapat belum seberapa, tetap saja saya merasa telah begitu banyak mendapatkan kemewahan dari cinta seorang laki-laki yang demikian tulus mewujudkannya dalam bentuk seperti itu kepada saya. Kalau sebagian perempuan lain mungkin harus merelakan tubuhnya ditiduri laki-laki untuk mendapatkan semua itu, saya bahkan tidak! Laki-laki itu terlalu mencintai saya hingga yang ada hanyalah keinginan untuk melindungi dan menjaga saya tanpa mau merusak kehormatan saya sebagai perempuan!

Satu kalimat sederhananya yang membuat saya begitu meyakininya adalah “Kepalaku yang hanya satu ini nggak akan sanggup untuk sedikitpun memikirkan jika aku kehilangan kamu”.

Tuhan, sekali lagi saya ingin berseru, “Betapa beruntungnya saya menjadi saya!”

Dan betapa beruntungnya saya telah mendapat kiriman seorang laki-laki baik hati yang demikian menjaga dan mengurus saya dengan baik! Itu pasti karena Tuhan sangat sayang kepada saya.

Belum lagi cinta dan perhatian yang diberikan oleh kedua buah hati saya EDSA ESTELLA dan SYDNEY CALLISTA yang tak pernah putus dan juga selalu ingin menghibur dan melindungi saya. Orang tua dan adik-adik yang selalu membantu saya dalam keadaan apapun tak juga patut dilupakan. Mereka selalu ada buat saya. Saya adalah orang paling beruntung!

Beruntung bukan karena limpahan materi saja, melainkan kasih sayang dan perhatian yang tulus yang membuat semua itu menjadi ada. Semoga semua berkah ini dapat membuat saya menjadi lebih berbagi kepada banyak orang. Semoga keberuntungan dan berkah hidup juga menjadi milik anda yang membaca posting ini. Amin.

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>