7 Langkah Melindungi IDE Brilian Anda

Category Uncategorized | Tags:

Intan, seorang perempuan dengan segudang ide sedang berencana membuat bisnis yang diyakininya bakalan meledak karena ia yakin belum terlalu banyak orang yang menyentuh lahan bisnis itu. Dengan bersemangat, saat ia berkumpul dengan beberapa temannya, ia mengungkapkan ide itu. Teman-temannya menyambut idenya dengan antusias dan mengatakan bahwa idenya sangat fantastis. Intan senang. Tetapi kesenangan itu hanya sesaat karena sebulan kemudian ia mendengar kabar bahwa salah seorang temannya tengah memamrikagenie1ulai bisnis barunya. Bisnis yang sama dengan yang pernah diungkapkan Intan pada saat mereka ‘ngerumpi’ bersama. Mendengar itu, hati Intan mendadak mendidih. “Dia mencuri ideku!” geramnya dalam hati.

Dalam keseharian, kita banyak menemukan orang-orang seperti Intan (termasuk mungkin diri kita sendiri) yang begitu antusias mengutarakan idenya sebelum melakukan apa-apa dan marah saat merasa idenya telah dicuri. Tapi tahukah orang-orang seperti Intan bahwa dalam hukum hak kekayaan intelektual sebuah ide tidak dapat dilindungi haknya? Semua orang bisa punya ide, dan semua orang bisa mencuri ide. Jadi, bagaimana melindungi ide supaya tidak dibajak orang lain?

Berikut ini adalah tips-tips yang dapat dipakai agar ide anda tidak ‘dicuri’ orang lain dalam masa-masa persiapan anda mengembangkan bisnis. 

1. Menentukan Siapa Pemilik Ide

 Jika anda dan beberapa teman memiliki ide untuk menjalankan bisnis, kumpulkan teman-teman anda dalam sebuah rapat untuk mendiskusikan ide tersebut. Tegaskan dalam pertemuan tersebut bahwa kerjasama dari semua yang terlibat sangatlah penting.

 2. Jangan Membicarakan Ide Pada Semua Orang

Tak semua orang harus tahu ide anda. Ide adalah buah pemikiran anda yang belum diekspresikan dalam bentuk nyata/jadi. Jika ada orang lain yang mendengar ide anda kemudian ia mengekspresikannya sendiri dalam bentuk nyata, anda tak bisa berbuat apa-apa. Simpan ide itu dan utarakan hanya kepada orang-orang yang berhubungan dengan perwujudan ide tersebut.

 3. Buatlah Perjanjian Dengan Orang-orang yang Terlibat

 Ketika anda dan teman-teman telah siap membicarakan untuk menjalankan ide tersebut sebagai bisnis, buatlah perjanjian dengan mereka. Yakinkan bahwa anda telah benar-benar siap untuk menjalankan ide anda. Minta semua orang yang hadir dalam rapat untuk menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) atau Perjanjian Kerahasiaan. Perjanjian ini adalah antara para pihak yang menguraikan informasi apa yang mereka tidak diizinkan untuk berbagi setelah anda mengungkapkan kepada mereka. Dengan kata lain, anda setuju untuk memberikan informasi kepada mereka, dan mereka setuju untuk tidak memberikan informasi tersebut kepada orang lain. Dengan perjanjian ini anda dapat menggunakannya untuk melindungi diri anda dari  mereka kemungkinan orang lain akan melarikan diri dengan ide-ide anda. Suatu NDA bisa berlaku untuk jangka waktu tertentu mulai dari beberapa bulan hingga beberapa tahun.

 4. Tentukan Nama Bisnis yang Unik Bagi Produk yang Anda Hasilkan

Untuk membedakan produk anda dengan produk lain yang sudah ada di pasaran, anda perlu nama yang unik dan mudah diingat oleh publik. Tentukan dan buatlah nama unik tersebut dan daftarkan nama itu sebagai merek sehingga anda mendapatkan perlindungan Hak Merek atas produk barang/jasa yang anda hasilkan. Banyak orang berpikir bahwa mereka tidak memerlukan perlindungan hak merek atas produk mereka karena merasa belum tiba saatnya. Akan tetapi, pemikiran itu sangatlah tidak beralasan karena sebenarnya anda telah memulai investasi besar untuk memperkenalkan produk anda kepada khalayak tepat sejak anda mulai melemparnya ke pasar. Pendaftaran hak merek memerlukan waktu setidaknya 2-3 tahun. Oleh karenanya, jangan tunggu sampai produk anda laris di pasaran dan ditiru banyak orang, baru kemudian anda tersadar bahwa ada hak anda yang lupa untuk dilindungi.

 5. Menentukan Perlindungan Hukum Yang Tepat Bagi Pengekspresian Ide

Sekali lagi, ide saja tidak mendapatkan perlindungan hukum. Yang dapat anda lakukan adalah mengekspresikan ide tersebut ke dalam bentuk nyata/jadi, lalu menentukan perlindungan hukum yang tepat bagi hasil perwujudan ide anda tadi.

Jika perwujudan ide anda berhubungan dengan hal-hal yang terkait dengan bidang ilmu pengetahuan, seni, atau sastra, maka yang dibutuhkan adalah perlindungan Hak Cipta. Contoh : jika anda membuat produksi film, buku, lagu, dan lain-lain.

Jika berhubungan dengan kegiatan pemecahan masalah tertentu di bidang teknologi berupa proses atau hasil produksi, maka perlindungan yang dibutuhkan adalah Hak Paten. Contohnya adalah : penemuan baru teknologi kursi untuk berolahraga, penemuan teknologi baru berupa mesin produksi. 

Sedangkan apabila perwujudan ide tersebut berhubungan dengan kreasi atau desain yang dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan, maka perlindungannya adalah Hak Desain Industri. Contoh produk yang termasuk desain industri misalnya adalah : pembuatan tas anyam dengan hiasan, pembuatan kerajinan tangan kipas indah dalam jumlah banyak, dan lain-lain.

7. Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual Anda

 Jika langkah-langkah perlindungan di atas telah anda lakukan, maka langkah selanjutnya untuk mengukuhkan perlindungan tersebut adalah melalui pendaftaran hak kekayaan intelektual. Anda dapat langsung menghubungi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual anda ataupun melalui Konsultan Hak Kekayaan Intelektual.

Prosesnya memang belum terlalu popular di masyarakat karena memerlukan keterangan dari orang yang benar-benar ahli untuk menerangkannya kepada anda sehingga anda benar-benar mendapatkan perlindungan yang tepat atas kekayaan intelektual anda.

 8. Mulai Menggunakan Ide Anda

Ketika anda sudah mengikat para pihak yang terlibat dalam sebuah perjanjian, anda bisa mulai menggunakan ide anda dan mengekspresikannya dalam wujud nyata. Khusus untuk ide yang terkait dengan Hak Paten dan Hak Desain Industri, jangan mengijinkan orang lain untuk mempergunakan produk anda sebelum anda mendaftarkan perlindungan Hak Paten dan Hak Desain Industrinya karena itu akan menyulitkan anda sendiri ketika harus membuktikan bahwa anda adalah Penemu atau Pendesainnya.

Selamat berbisnis!

*Artikel ini telah dimuat pada Tabloid GENIE edisi 20 Desember 2013

Leave a Comment

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>